ANDA SEDANG BERSELANCAR  DI WEBSITE DESA KARANGSARI: "MEWUJUDKAN DESA YANG ASPIRATIF, SOLUTIF, INOVATIF DAN KREATIF (ASIK)"

 

Deklarasikan Diri Sebagai Desa STBM Karangsari Catat 2 Rekor Sekaligus

DESA KARANGSARI KULON PROGO 31 Oktober 2019 16:55:17 Berita Desa

Karangsari News (31/10/2019) Desa Karangsari deklarasikan diri sebagai Desa STBM pada hari Minggu 27/10/2019 di Objek wisata Tangkil Cliff Pedukuhan Kedungtangkil.

Pembacaan deklarasi oleh Kepala Desa Karangsari bersama-sama natural leader, Dukuh, RT berserta tokoh masyarakat berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat. Deklarasi STBM disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs H Sutedjo yang seawal pukul 07.00 WIB pagi telah mengikuti rangkaian acara yang diselenggarakan panitia.

Ratusan peserta dan undangan mengawali kegiatan dengan melakukan senam. Sambil menghirup segarnya udara pagi di kawasan bukit penyangga perbukitan menoreh tersebut, peserta tampak antusias melakukan senam bersama.

Di kanan kiri jalan, para pedagang Pasar Tangkil membuka lapak mereka, menawarkan aneka macam sajian kuliner. Pasar tradisonal itu buka pada hari Minggu, minggu ke-4 setiap bulannya. Uniknya, pengunjung wajib menggunakan uang daun melinjo sebagai alat transaksi dalam setiap proses jual beli.

Di depan pintu gerbang kawasan wisata desa Tangkil Clift  terdapat Bank Tangkil yang melayani penukaran uang rupiah kepada uang daun melinjo. Pengunjung dapat menukarkan kembali jika uang daun melinjo tersebut tidak habis digunakan, menjadi rupiah kembali.

Dalam laporannya Kepala Desa Karangsari, Mujirin menyampaikan bahwa pelaksanaan STBM di Desa Karangsari merupakan sebuah program kesehatan berbasis pemberdayaan yang pelaksanaannya berkelanjutan. Pada Tahun 2015 bersama seluruh desa lain di Kecamatan Pengasih, Karangsari telah mendeklarasikan diri sebagai desa Pilar 1 STBM, yakni STOP BAB-S.

Bahkan jauh sebelum itu, upaya perubahan perilaku buang air besar sembarangan telah menyentuh warga masyarakat Desa Karangsari pada akhir tahun 80an. Bantuan paket jamban, kamar mandi, kakus dan juga penyedian sarana air bersih telah diupayakan pemerintah maupun pegiat kesehatan lingkungan waktu itu.

Namun kondisi geografis Desa Karangsari yang merupakan kawasan perbukitan berbatu, menjadi kendala tersendiri karena sulitnya akses air bersih. Sebelum pada akhirnya pada tahun 1994, Presiden Republik Indonesia waktu itu H.M Soeharto meresmikan pembangunan Waduk Sermo. Yang pada perkembangannya dijadikan sumber air minum masyarakat yang dikelola oleh Perusahaan Daerah PDAM Kulon Progo.

Sejak saat itu akses air bersih masyarakat meningkat signifikan. Sehingga kendala penyediaan air untuk jamban leher angsa secara umum juga dapat teratasi.

Namun demikian, faktor kondisi ekonomi dan tingginya angka kemiskinan warga masyarakat Desa Karangsari, menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat kategori prasejahtera mengakses air bersih berbayar. Program pemasangan saluran Air PDAM gratis bagi warga kurang mampu, sedikit banyak bisa membantu. Walaupun cakupannya belum 100%.

Dukungan kegiatan pembangunan sanitasi dan jamban individu dari berbagai sumber dana masuk ke Karangsari, seiring ditetapkannya Desa Karangsari sebagai Desa Lokus Stunting pada 2017. 

Pada 2019 terdapat 55 paket bantuan jamban dari dana BKK dan Bansos APBD Kulon Progo. Program padat karya sanitasi desa dari PUPR DIY telah menyentuh 50 rumah tangga. Juga tak ketinggalan Dana Desa Karangsari yang menyediakan 24 paket jamban yang diprioritaskan untuk keluarga stunting, batita, (Intervensi 1000 HPK), penyandang distabilitas dan keluarga kurang mampu.

Kepala Desa Karangsari bersama Natural Leader, tokoh masyarakat membacakan naskah deklarasi STBM di depan Wakil Bupati Kulon Progo.

Dalam sambutannya Wabup Kulon Progo Drs H Sutedjo menyampaikan apresiasi terhadap upaya-upaya kesehatan yang dilaksanakan  warga masyarakat desa Karangsari, dengan mendeklariasikan  pelaksanaan 5 pilar STBM dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau berharap upaya-upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan seperti STBM ini, pada saatnya nanti akan bermanfaat  bagi peningkatan derajat kesehatan warga Kulon Progo.

Orang nomor dua di Kulon Progo tersebut memberi sertifikat Desa STBM kepada Kepala Desa Karangsari. Dilanjutkan penandatanganan komitmen oleh semua natural leader dan tokoh masyarakat.

Turut ditampilkan dalam acara tersebut gelaran seni tari oleh anak-anak TPA dan TK setempat, serta drama theaterikal STBM yang di tampilkan oleh Forum Pemuda Penggerak Desa (FPPD) Desa Karangsari.

Dalam kegiatan ini tercatat dua rekor yang diraih desa Karangsari, yakni

1. Desa Lokus Stunting pertama di Kulon Progo deklarasikan STBM, 

2. Desa STBM pertama di Kecamatan Pengasih.

Setelah acara formal deklarasi STBM secara resmi ditutup, Pokdarwis Kejora Kedungtangkil bekerjasama dengan Bumdes Binangun Karangsari menampilkan hiburan untuk pengunjung, yaitu pertunjukan musik elektone.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Website Desa ini :
Terbaik 1 Jumlah Penggunaan Layanan Bulan November Tahun 2019

Wilayah Desa

Aparatur Desa

KASI PEMERINTAHAN Kepala Urusan Perencanaan Dan Keuangan Kepala Seksi Kemasyarakatan Sekretaris Desa Kepala Desa Kasi Pembanguanan & Pemberdayaan

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookInstagram

Lokasi Kantor Desa

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung