You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Karangsari
Kalurahan Karangsari

Kap. Pengasih, Kab. Kulon Progo, Provinsi Di Yogyakarta

Selamat Datang Di Situs Resmi Pemerintah Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta

Merajut Kebersamaan Melalui Buka Bersama

ARI WIBOWO 17 April 2024 Dibaca 111 Kali
Merajut Kebersamaan Melalui Buka Bersama

(KIM MS News) Senin 1 April 2024, Pemerintah Kalurahan Karangsari dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM mengadakan kegiatan bersama. Lurah kalurahan Karangsari dalam sambutannya menjelaskan bahwa selama ini pemerintah Kalurahan sangat terbantu dengan adanya kolaborasi dan kerjasama yang dilakukan dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM maupun masyarakat dalam proses pemberdayaan dan pendampingan terhadap disabilitas, baik secara individu maupun kelompok. Proses pendampingan dan pemberdayaan sangat bermanfaat dan dibutuhkan bagi kelompok disabilitas, karena dengan berbagai upaya yang dilakukan mampu meningkatkan kesadaran, sikap peduli dengan orang lain, kemandirian dan peningkatan produktivitas. Kemudian, Pusat Rehabilitasi YAKKUM menjelaskan bahwa berbagai pendekatan dilakukan untuk mengorganisir masyarakat, terutama terhadap kelompok disabilitas beserta keluarganya salah satunya dengan penyesuaian kegiatan selama bulan ramadhan. Biasanya, pertemuan kegiatan dilakukan pada pagi sampai siang hari, akantetapi kegiatan kali ini diadakan pada sore hari bertujuan untuk menghargai proses ibadah puasa sekaligus mengadakan ngabuburit bersama. Selain itu, tujuan dari buka bersama ini adalah mempererat tali silaturahmi dan membangun hubungan yang harmonis antara kelompok disabilitas, organisasi masyarakat dan pemerintah kalurahan karangsari.

Pada kegiatan ini terdapat dua narasumber, yaitu kepala dinas dukcapil dan psikolog RSUD Wates. Narasumber pertama memamparkan tentang hak dan kewajiban penyandang disabilitas dengan berbagai ragamnya di bulan puasa. Ibu Aspiyah mengawali dengan menjelaskan dasar hukum bagi penyandang disabilitas, baik dari undang-undang dasar hingga peraturan daerah yang ada di DIY. Selain itu, terdapat penjelasan tentang hambatan apa saja yang dialami oleh penyandang disabilitas, termasuk diskriminasi. Sesi akhir pemaparan, ibu aspiyah menambahkan Persamaan dalam Islam disebut dengan Al Musawa adalah sikap yang memandang seimbang, sejajar, sama rata antar sesam manusia. Dalam demokrasi Islam, Al Musawa berhimpitan dengan nilai Asy-syura (musyawarah) dan al ‘adalah (keadilan). Gereja mengakui HAM sebagai hak yang berasal dari Tuhan. Gereja mengakui upaya untuk melindungi dan melestarikan HAM sebagai panggilan dan tugas Gereja yang berasal dari Allah. HAM merupakan seperangkat hak dasar yang melekat pada diri setiap orang.

Narasumber kedua yaitu psikolog RSUD Wates menjelaskan bahwa penting untuk memperhatikan kondisi diri sendiri terutama selama bulan ramadhan, self-care: sebuah seni merawat diri. Selvia memaparkan bahwa self-care merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan merupakan bentuk mencintai diri sendiri. Self-care penting karena dapat mencegah burnout, mengurangi sfej negatif stres dan membantu diri menjadi lebih fokus. Jenis self-care terdapat beberapa yaitu melakukan aktivitas fisik yang menyehatkan dan menyenangkan, berdamai dengan berbagai emosi yang dimiliki, menarik atau menyerap energi positif dalam kehidupan, menjalin dan memelihara hubungan dan interaksi sosial. Selain itu dapat memaksimalkan dengan makanan bergizi, berolahraga, pergi ke alam terbuka dan meditas.

Pada kegiatan ini, peserta yang di undang dari berbagai unsur dan elemen, seperti pemerintah kalurahan Karangsari, puskesmas Pengasih ll, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna kalurahan, kelompok disabilitas (KDD dan SHG) beserta keluarganya, kader kesehatan jiwa, relawan ambulan NU dan perwakilan organisasi masyarakat lainnya. Pada sesi akhir, kegiatan ditutup dengan buka bersama dan foto untuk dokumentasi kegiatan. (Aris Munandar dan Sugeng Riyanto)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2023 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp1,743,363,971 Rp1,873,569,697
93.05%
Belanja
Rp2,758,756,202 Rp2,983,190,231
92.48%

APBDes 2023 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp105,950,000 Rp194,581,207
54.45%
Hasil Aset Desa
Rp24,946,560 Rp22,473,703
111%
Dana Desa
Rp1,473,021,000 Rp1,473,021,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp139,446,411 Rp183,493,787
76%

APBDes 2023 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,041,477,574 Rp1,178,679,983
88.36%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp1,237,885,628 Rp1,246,720,824
99.29%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp37,477,000 Rp104,101,224
36%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp290,716,000 Rp296,238,200
98.14%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp151,200,000 Rp157,450,000
96.03%