
Musim penghujan tiba, kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya nyamuk Aedes, pembawa virus penyebab infeksi dan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diyakini lebih mematikan berbanding virus Covid-19 perlu ditingkatkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Siti Rokhimah, S.KM dalam koordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi Pokjanal DBD Kecamatan Pengasih yang diselenggarakan di aula UPTD Puskesmas Pengasih II, Selasa (27/10/2020).
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Karangsari
Sepanjang tahun 2020, data kasus demam berdarah yang tercatat Puskesmas Pengasih II, khususnya yang terjadi di wilayah Kalurahan Karangsari terdapat 2 kasus demam berdarah (DB) dan 2 kasus suspek (DF). Kasus demam berdarah juga terjadi di desa-desa lain di wilayah kerja Puskesmas Pengasih II.
Kasus DB maupun suspek (DF) Karangsari tahun 2020 terjadi di pedukuhan Kopat, Gunung Pentul, Kamal dan Dukuh.
Menyikapi hal tersebut, dalam koordinasi disepakati, perlu dilaksanakan kegiatan monev pelaksanaan pemantauan DBD di desa-desa di wilayah kerja Puskesmas Pengasih II, termasuk Desa Karangsari.
Monev Pemberantasan Sarang Nyamuk di Karangsari sendiri, rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 11 November 2020 dengan melibatkan Tim Pokjanal Kapanewon Pengasih yang terdiri atas personil dari Polsek, Koramil, Kapanewon, Puskesmas, dan Dinas Pertanian serta Pemerintah Desa.
Sedangkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka pemantauan Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkup UPTD Puskemas Pengasih II diantaranya adalah :
- Penelusuran Kasus.
- Fogging.
- Gertak PSN (Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk).
- Pemeriksaan jentik oleh Kader Jumantik.
- Program 1 rumah 1 jumantik (Tertunda).
Pemberdayaan Kader Jumantik | Upaya Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa
Selain gerakan pemberantasan sarang nyamuk, upaya pencegahan demam berdarah terus dilakukan masyarakat bersama pemerintah desa di Karangsari melalui pemberdayaan kader Jumantik.
Masing-masing RT dari 68 RT yang ada di Karangsari telah memiliki seorang kader yang bertugas memantau jentik nyamuk. Pemantauan dilaksanakan setiap sebulan sekali.
Namun pada tahun 2020, anggaran untuk pembinaan kader jumantik di APBDes Karangsari telah terefokusing guna memberi laluan kepada Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang diwajibkan pemerintah Pusat bagi desa-desa, dalam rangka penanganan dampak pandemi Coronavirus Disease Covid-19.
Walaupun demikian, kegiatan pemantauan jentik di desa harapannya tetap dapat terselenggara melalui pemberdayaan kader jumantik, mengingat betapa pentingnya mencegah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti demam berdarah / DBD. (Sg/R)