You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan KARANGSARI

Kap. PENGASIH, Kab. KULON PROGO, Prov. DI Yogyakarta

Akhirnya, Mahasiswa itu Dilantik Sebagai Dukuh Blumbang | Tak Disangka Ini Motivasinya Menjadi Dukuh


Akhirnya, Mahasiswa itu Dilantik Sebagai Dukuh Blumbang | Tak Disangka Ini Motivasinya Menjadi Dukuh

Hari Kurniawan resmi menjabat Dukuh Blumbang setelah dilantik dan mengangkat sumpah sebagai Pamong Kalurahan Karangsari dalam acara Pelantikan Perangkat desa Karangsari Jabatan Dukuh Blumbang, pada hari Kamis (12/11/2020) di pendopo Kalurahan Karangsari.

Pemuda kelahiran Kulon Progo 24 tahun silam, yang sebelumnya masih berstatus mahasiswa tersebut dilantik dan ditetapkan oleh Lurah Karangsari sebagai dukuh Blumbang, setelah berhasil lulus dengan memperoleh nilai tertinggi dalam sesi ujian tertulis yang dikuti oleh 5 calon dukuh.

Baca : Mekanisme Pengisian Perangkat Desa Jabatan Dukuh

 

Berikut petikan wawancara dengan Dukuh Terlantik, Hari Kurniawan :

 

1. Di usia yang masih muda belia, anda memutuskan untuk mengikuti seleksi ujian tertulis perangkat desa, apa motivasinya?

 

Motivasi utama untuk menjadi dukuh adalah keinginan yang tulus untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, agar menjadi diri yang lebih membawa manfaat bagi orang lain, khususnya warga Pedukuhan Blumbang serta warga desa Karangsari pada umumnya.

 

2. Pamong desa dari sisi kehidupan sosial dan budaya desa, sering dipandang sebagai sosok Pamomong yang dituntut bisa menjadi pengayom sekaligus teladan bagi warga masyarakat. Sebagai pemuda, tentu bisalah dikatakan pengalaman hidup bermasyarakat anda masih minim. Lalu, terkait dengan hal tersebut bagaimana tanggapan anda, serta langkah-langkah apa saja yang anda lakukan untuk setidaknya berupaya menjadi idealnya seorang pamong, yakni sebagai Pamomong?

 

Sebelum menjalani ujian tertulis, salah satu syarat untuk bisa mendaftar sebagai calon dukuh adalah harus mendapat dukungan dari masyarakat. Dalam hal tersebut, saya hanya menjalani apa yang menjadi keputusan mufakat masyarakat, khusunya warga RW 24 yang telah menuangkan dukungan mereka terhadap saya dalam berita acara musyawarah.

Tanpa dukungan itu saya bukanlah siapa-siapa, sehingga yang akan saya lakukan adalah selalu belajar, serta senantiasa memohon bimbingan para sesepuh, tokoh masyarakat serta semua warga masyarakat yang telah mendukung saya itu, serta kepada siapapun.

 

3. Setelah dilantik sebagai dukuh Blumbang, langkah apa yang pertama kali anda lakukan sebagai dukuh?

 

Dengan dilantiknya saya menjadi pamong Kalurahan Karangsari Dukuh Blumbang, maka tugas dan tanggung jawab membantu tugas Lurah dalam menjalankan penyelenggaraan pemerintahan, Pembangunan, Pemberdayaan dan Pembinaan kemasyarakatan khususnya di wilayah Pedukuhan Blumbang sepenuhnya menjadi kewajiban saya. 

Langkah pertama yang saya lakukan adalah meminta pendapat dan masukan dari tokoh masyarakat, perangkat desa dan masyarakat luas. Semua usul dan saran tersebut akan menjadi catatan bagi saya, sebagai embrio dan awal dari pengembangan program pembangunan di segala bidang kehidupan di Pedukuhan Blumbang.

Apa yang telah dilakukan di era kepemimpinan pedukuhan Blumbang periode sebelum-sebelumnya sudah berjalan dengan baik, akan saya lanjutkan serta berupaya untuk terus berinovasi guna menjadikan Pedukuhan Blumbang kedepan yang lebih baik.

 

4. Anda sebelumnya masih berstatus sebagai mahasiswa. Bagaimana harapan anda tentang kelanjutan pendidikan di universitas yang belum sempat anda selesaikan?

 

Saya akan berkomitmen penuh terhadap pekerjaan sebagai dukuh Blumbang. Akan tetapi apabila situasinya memungkinkan serta diijinkan atasan, bekerja sambil belajar akan saya tempuh, agar bisa meningkatkan kapasitas dan keilmuan saya.

 

5. Dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di desa, biasanya istri dukuh sebagai ketua Tim Penggerak PKK, sehubungan dengan hal itu, bagaimana anda menyikapi?

 

"Doakan saya agar segera dapatkan calonnya..he..he..."! Jawab Hari Kurniawan sambil tertawa, saat penulis coba menggoda sebagai penutup wawancara singkat dengan dukuh Blumbang Terlantik.

Bagikan artikel ini: