You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan KARANGSARI

Kap. PENGASIH, Kab. KULON PROGO, Prov. DI Yogyakarta

Longsor dan banjir menerpa wilayah Desa Karangsari


Ngruno - Hujan lebat pada kamis malam, mengakibatkan  terjadinya tanah longsor & banjir.  Rumah Bapak Ngudiyono di Pedukuhan Ngruno RT46 RW20 terkena longsoran tanah & bebatuan. Tebing yang hanya berjarak 3 meter dari rumahnya itu terdengar bergemuruh pada pukul 04.30 WIB. 

Dukuh Ngruno Suryadi yang rumahnya hanya berjarak 100 meter dari tempat kejadian, seketika memeriksa keadaan dibantu penerangan lampu senter.  Terlihat , tebing sepanjang 20m, tinggi  5m, tebal 3m itu longsor mengenai rumah Bapak Ngudiyono.  Atap dan dinding bambu bagian belakang rumahnya rusak terkena material longsoran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian atas kerusakan rumah tersebut diperkirakan mencapai Rp 5 Juta. 

Anggota bhabinkantibmas desa Karangsari Bripka Widodo, Anggota BABINSA Karangsari SERMA KISMANTO, bersama perangkat desa mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari warga. Demikian juga dengan TIM REAKSI CEPAT BPBD Kulon Progo, pagi itu langsung membantu warga menyingkirkan material longsoran.  Laporan kejadian yang dibuat Pemerintah Desa sudah dikirim ke Bupati.

Banjir di Dukuh & Cekelan.

Sementara di wilayah Cekelan, hujan lebat telah mengakibatkan banjir.  Seluruh kelas SDN 1 Ngulakan terendam air yang meluap dari selokan. Kepala Sekolah Maryana, S.Pd menceritakan kejadian ini selalu terjadi setiap musim hujan tiba. Kegiatan belajar mengajar hari itu ditiadakan. Siswa kelas 3, 4, & 5 melakukan kerja bakti pembersihan kelas. Sedangkan siswa kelas 6 tetap melakukan latiahan ujian setelah  1 ruang kelas dibersihkan.

Di dukuh, bangket sungai milik warga sepanjang 30m ambruk. Material bangketan yang memenuhi sungai menyebabkan air meluap hingga di jalan. Penyebab ambruknya bangket ini masih diselidiki pemilih bangunan. Diduga arus sungai menggerus tanah bagian bawah bangketan.

Sugeng Riyanto (TIM Berita Desa) 

 

 

Bagikan artikel ini: