You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Karangsari
Logo Desa Karangsari
Karangsari

Kec. Pengasih, Kab. Kulon Progo, Provinsi Di Yogyakarta

Selamat Datang Di Situs Resmi Pemerintah Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta

Ekonomi Inklusi sebagai Inovasi Pembangunan Desa

Administrator 26 Juli 2019 Dibaca 68 Kali

Bertempat di Balai Desa Karangsari, Swara Nusa Institute(SNI) bersama IRE menyelenggarakan Workshop “ Institusionalisasi Pengelolaan Aset Desa yang Inklusi”.  Pada Hari Senin 22 Juli 2019 sampai dengan Rabu 24 Juni 2019. Workshop ini bertujuan untuk membangun konsensus para pihak di desa atas gagasan tentang kelembagaan ekonomi lokal yang inklusif berbasis asset desa, dan pelembagaannya ke dalam sistem desa.

Workshop dibuka oleh Mujirin Kepala Desa Karangsari. Dalam sambutannya Ia menyampaikan harapan agar aset desa bisa bermanfaat bagi masyarakat desa.

“ Semoga dengan workshop ini, pemanfaatan aset desa mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa, terutama kelompok difabel” ungkap  Mujirin.

Workshop ini menghadirkan Rindang staf IRE, Tri Haryono Staf SNI, Aris Hartono praktisi ekonomi, sebagai narasumber, serta peserta perwakilan dari pemerintah desa, BPD, KWT, KDD, dan FPPD Karangsari.

Rindang dalam materinya mengungkapkan bahwa pembagunan ekonomi desa yang inklusif merupakan solusi Inovasi pembangunan Desa.

“pembangunan Inklusi sebagai Inovasi, dengan cara mengkonsolidasikan seluruh sumber daya untuk kesejahteraan warga”  jelas Rindang.

Proses pembangunan desa dengan pendekatan Bottom up menurut Tri haryono merupakan hal yang penting.“ Dalam pembangunan desa kbukan sekedarusulan dari bawah saja saja, tapi harus melibatkan banyak pihak”, ungkap Tri.

Selain diskusi workshop dilanjutkan dengan materi analisis pemanfaatan asset dan ekonomi desa oleh Aris Hartono, serta praktek pembuatan peraturan desa yang inklusif.

Peluang ekonomi desa, terkait inklusifitas, salah satu pointnya adalah bahwa dengan mensupport BUMDesa, kemudian pendampingan terhadap kelompok-kelompok . Potensi Desa yang banyak  tapi masih perlu branding , lalu  bagaimana pemerintah desa membuat kebijakan-kebijakan agar BUMDesa mewujudkan partisipasi  dan gotong royong masayarakat dalam pembangunan ekonomi desa yang mencipatkan kesejahteraan warga desa.

Kalau sudah ada produk, branding, dan marketing, maka secara tidak langsug ataupun langsung  akan melibatkan semua kelompok, karena kita butuh orang dan jaringan. Menjadi inklusif itu ketika semua orang merasa nyaman baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

ada tiga pilar utama dalam pembangunan ekonomi desa yaitu tata kelola yang baik, kemudian inklusif sosial dan tentunya ada pertembuhan ekonomi yang tinggi.  hal itu bisa dibangun melalui lima pentagon aset desa. yaitu Sumber daya Manusia, Sumber daya Alam, Sumber daya Keuangan, Sumber Daya Infrastruktur dan Sumberdaya Daya Sosial Budaya.

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan