ANDA SEDANG BERSELANCAR  DI WEBSITE DESA KARANGSARI: "MEWUJUDKAN DESA YANG ASPIRATIF, SOLUTIF, INOVATIF DAN KREATIF (ASIK)"

 

Lakukan Monev Pendampingan Stunting di Kulon Progo Kemenkes Kunjungi Posyandu Josutan

DESA KARANGSARI KULON PROGO 05 November 2019 17:05:33 Berita Desa

Karangsari News (05/11/2019) Kulon Progo sebagai salah satu Kabupaten Lokus Stunting di Indonesia mendapat pendampingan program dari  Kemenkes RI.  Monitoring dan evaluasi merupakan tahapan  untuk mengukur sejauh mana implementasi dan efektifitas program yang dijalankan.

Tim penanganan stunting Kemenkes RI bersama pendamping program melihat langsung pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu Josutan. Pelayanan posyandu menjadi elemen penting dalam penanggulangan stunting.

Tim Monev pendampingan stunting juga melakukan wawancara dengan kader posyandu, stakeholder di desa, serta petugas kesehatan dari puskesmas yang mendampingi langsung proses pemantauan tumbang balita di posyandu.

Monev dilanjutkan dengan diskusi di Balai Desa Karangsari. Diskusi diikuti oleh anggota Lembaga Kemasyarakatan Desa Karangsari, Kepala Desa, Perangkat Desa, Kepala Puskesmas Pengasih II beserta jajarannya, Kasi Kesra Kecamatan Pengasih dan tokoh masyarakat.

Kepala Desa Karangsari, Mujirin menyampaikan capaian penurunan angka stunting di desa Karangsari sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat desa Karangsari yang proaktif dan responsif terhada semua program yang diselenggarakan pemerintah. Baik program yang didanai oleh APBD Kabupaten melalui Dinkes Kulon Progo, Puskesmas Pengasih II, APBD DIY, maupun kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBDes.

Peran aktif Lembaga Kemasyarakatan Desa serta sinergitas lintas sektoral di desa mulai dari perencanaan desa partisipatif, pelaksanaan pembangunan hingga pelaporan kegiatan berdampak pada keberlangsungan pembangunan Desa Karangsari yang berjalan optimal, khusunya dalam konvergensi penanganan stunting di desa.

Diskusi diawali dengan paparan kondisi angka stunting di Desa Karangsari disampaikan oleh petugas gizi puskesmas pengasih II, Peni Haryati, S.Tr Gz. Pada 2017 prevalensi stunting Desa Karangsari mencapai 24,22 %. Namun pada akhir tahun 2019 ini telah mengalami penurunan signifikan, sehingga angka stunting Desa Karangsari saat ini mejadi 14%.

Turut dipaparkan kegiatan lintas program, seperti yang dituturkan oleh Bambang Riyanto selaku  Penyuluh Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo. Berbagai program dari bidang pertanian juga turut mendukung intervensi sensistif penanganan stunting di Desa Karangsari. Seperti kawasan pangan lestari, pengembangan ayam KUB, pembinaan pokdakan, pengembangan sayur organik dan sebagainya dengan dukungan anggaran APBD Kabupaten Kulon Progo.

Selain bertujuan meningkatkan ketahanan pangan di desa, berbagai program dimaksud juga diharapkan akan meningkatkan akses pangan dan gizi masyarakat, sehingga dapat menekan dan mencegah terjadinya stunting.

Suparmanto SKM selaku Sanitarian UPTD Puskesmas Pengasih II menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung intervensi penanganan stunting di Desa Karangsari, pihaknya telah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan perilaku sehat. 

Klimaksnya adalah saat Desa Karangsari menjadi desa pertama di Kecamatan Pengasih, serta desa lokus stunting pertama di Kabupaten Kulon progo yang mendeklarasikan diri sebagai Desa 5 Pilar STBM pada Minggu 27 Oktober 2019. Deklarasi tentu bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan wujud tekad dan komitmen yang ditunjukkan oleh masyarakat desa Karangsari mengimplementasikan 5 Pilar STBM dalam kehidupan sehari-hari. Pihaknya akan tetap melakukan monitoring dan evaluasi STBM di Karangsari secara berkala dan kontinue.

Menanggapi hasil Monev, Tim menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemantauan tumbang balita di posyandu di Desa Karangsari pada umumnya sudah berjalan sangat baik. Namun begitu, peningkatan kualitas layanan masih tetap diperlukan.  Khususnya dalam hal pemasangan informasi hasil layanan yang belum terpampang di posyandu.

Hasil dari layanan posyandu penting dipaparkan kepada masyarakat secara meluas karena dapat memacu semangat masyarakat dan petugas posyandu dalam melakukan perubahan ke arah lebh baik.  Menjadi motivasi dan memacu semangat berkompetisi secara positif antara posyandu-posyandu yang ada di desa, berlomba-lomba menjadi pelayan terbaik bagi warga masyarakat.

Tingkat konvergensi lintas sektoral di desa Karangsari juga dinilai cukup baik. Keterlibatan puskesmas, pemerintah desa pada sisi pemberdayaaan masyarakat dalam menangani permasalahan stunting di desa menjadi kunci menurunnya angka stunting di desa Karangsari.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Desa

Aparatur Desa

Jogobyo Danarta Carik Ulu-Ulu Lurah Kamituwa

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookInstagram

Lokasi Kantor Desa

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung