ANDA SEDANG BERSELANCAR  DI WEBSITE DESA KARANGSARI: "MEWUJUDKAN DESA YANG ASPIRATIF, SOLUTIF, INOVATIF DAN KREATIF (ASIK)"

 

Dari Kalimantan Selatan Kepala Desa Se-Kecamatan Banua Lawas Kaji Banding Penanganan Stunting & STBM

DESA KARANGSARI KULON PROGO 26 Oktober 2019 13:42:03 Berita Desa

Karangsari News(26/10). Pemerintah Desa se-Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Kaji Banding di Desa Karangsari pada kamis 24-10-2019.

Sejumlah 29 peserta lawatan terdiri  atas Camat, Persatuan Kepala Desa se Kecamatan Banua Lawas beserta Perangkat Desa tiba di desa Karangsari pada pukul 11.15 WIB.

Kedatangan rombongan diterima dan disambut oleh  Kepala Desa Karangsari Mujirin, serta Forkompinca Kecamatan Pengasih.

Lawatan tersebut dilakukan dalam rangka kaji banding tentang implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarkat (STBM), serta penanganan dan pencegahan stunting.

Sugeng Riyanto selaku Kasi Kemasyarakatan Desa karangsari, membuka sesi diskusi pertama dengan memaparkan pelaksanaan STBM di Desa Karangsari.

Embrio kegiatan STBM di Karangsari telah ada sejak 2014 silam melalui pencanangan desa Karangsari Stop Buang Air Besar  Sembarangan (ODF).

Dalam pemaparannya juga menjelaskan bagaimana Implementasi 5 Pilar STBM melalui optimalisasi potensi dan kearifan lokal di desa,  upaya penanganan budaya buang air besar sembarangan, Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal, serta tahapan Pelaksanaan STBM di Desa Karangsari.

Tantangan utama implementasi program STBM di Desa Karangsari yakni kondisi geografis Desa Karangsari yang berbukit dikenal sebagai daerah sulit air khasnya pada musim kemarau.

Hal itu membuat upaya pemenuhan sarana sanitasi khususnya jamban dengan leher angsa terkendala.

Masih adanya  sebagian masyarakat yang nyaman menggunakan jamban cemplung yang rata-rata belum memenuhi kaedah standar kesehatan, serta cuci tangan pakai sabun yang belum menjadi budaya dimasyarakat, juga menjadi salah satu kendala.

Akibatnya banyak timbul masalah  kesehatan yang bersumber dari lingkungan yang tidak sehat. Stigma masyarakat tentang pembangunan jamban  yang memerlukan biaya yang besar, juga menjadi kendala tersendiri.

Sedangkan upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut dengan Pemicuan STBM di 12 Pedukuhan.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi dan optimalisasi  kearifan lokal dalam program STBM dilakukan dengan melakukan gotong royong pembangunan jamban warga.

Pemanfaatan padasan sebagai sarana cuci tangan, pemanfaatan daun pisang, daun kelapa, dan anyaman bambu sebagai upaya pengamanan makanan dan minuman, pengelolaan sampah, serta penanganan limbah cair rumah tangga yang tertutup dan tidak menggenang.  

Petugas Sanitarian Puskesmas 2 Pengasih, turut menguatkan dengan memaparkan proses pelaksanaan program STBM di Desa Karangsari secara terperinci.

Sesi diskusi  berlangsung 2 arah dan  menarik. Anggota rombongan yang enggan disebutkan namanya, berkomentar bahwa kegiatan kaji  banding memberikan motivasi dan pemahaman bagaimana mengimplemantasikan Program STBM di desanya. (Dnt)

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Website Desa ini :
Terbaik 2 Jumlah Penggunaan Layanan Bulan Oktober Tahun 2019

Website Desa ini :
Terbaik 2 Jumlah Pengunjung Bulan Oktober Tahun 2019

Wilayah Desa

Aparatur Desa

KASI PEMERINTAHAN Kepala Urusan Perencanaan Dan Keuangan Kepala Seksi Kemasyarakatan Sekretaris Desa Kepala Desa Kasi Pembanguanan & Pemberdayaan

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookInstagram

Lokasi Kantor Desa

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung