ANDA SEDANG BERSELANCAR  DI WEBSITE DESA KARANGSARI: "MEWUJUDKAN DESA YANG ASPIRATIF, SOLUTIF, INOVATIF DAN KREATIF (ASIK)"

 

Bersih Makam Kearifan Lokal Berwawasan Lingkungan Sehat

DESA KARANGSARI KULON PROGO 22 Maret 2020 12:27:49 Berita Desa

Bersih makam merupakan salah satu kearifan lokal yang kaya akan nilai-nilai berwawasan kesehatan yang masih terjaga hingga kini. Sudah menjadi tradisi warga Karangsari, menjelang datangnya bulan Ramadhan warga ramai-ramai melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, utamanya lingkungan makam.

Seperti yang dilakukan ahli waris bersama masyarakat di pedukuhan Cekelan, Kedungtangkil, dan Kamal pada hari Minggu, 22 Maret 2020. Di beberapa lokasi tersebut diadakan kegiatan gotong royong membersihkan area pemakaman.

Diantara tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menjaga kebersihan lingkungan makam. Sehingga nanti pada bulan Sya'ban masyarakat dapat melakukan Tradisi Bersih dengan aman dan tenang.

Tradisi "Bersih" sendiri memang biasanya dilakukan warga pada bulan Sya'ban. Rangkaian kegiatannya meliputi ziarah makam, mendoakan arwah, tabur bunga, serta membersihkan area makam leluhur masing-masing. 

Terdapat nilai filosofi tersendiri dalam Tradisi Bersih. Bersih merupakan sebuah manifestasi perintah agama yang mengajarkan manusia untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Karena kebersihan merupakan sebagian dari Iman.

Menjaga kebersihan lingkungan dalam tradisi Bersih dilakukan dengan membersihkan area makam. Jika tidak dibersihkan, area makam bisa saja menjadi vektor berbagai macam penyakit. Seperti sarang nyamuk, serangga, maupun hewan melata berbahaya seperti ular berbisa, kalajengking, kelabang dan sebagainya. 

Dengan dibersihkan secara berkala, kesehatan lingkungan makam akan tetap terjaga. Bersih juga bisa menjadi sarana bagi deteksi dini terjadinya pencemaran yang bersumber dari lingkungan makam. Seperti kebocoran makam yang bisa mengakibatkan pencemaran yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Hebatnya, filosofi tradisi bersih tidak hanya melulu soal kebersihan dan kesehatan lingkungan. Akan tetapi juga mencakup tentang kebersihan hati dan kesehatan jiwa.

Dengan mendatangi makam leluhur, akan memantik rasa syukur dalam hati atas anugerah yang telah diberikan Tuhan. Tradisi ini juga dapat mengingatkan kita akan jerih payah, perjuangan dan pengorbanan para leluhur sehingga timbul rasa menghargai.

Tradisi bersih merupakan bagian dari rangkaian upaya manusia dalam membersihkan diri dari segala kekotoran. Baik kekotoran lahir maupun kekotoran hati. Puncak dari upaya pembersihan diri adalah pada bulan Ramadhan. Dimana umat islam akan melaksanakan ibadah puasa dan berbagai rangkaian kegiatan ibadah lainnya yang bertujuan untuk membersihkan diri dhahir dan batin. 

Sehingga setelah dari bulan Rajab hingga bulan Sya'ban melakukan bersih lingkungan, dilanjutkan pada bulan Ramadhan dengan upaya pembersihan hati, maka pada bulan Syawal diharapkan ummat Islam datang dengan kemenangan, yakni mencapai kesucian diri dan kejernihan hati, disempurnakan dengan saling bermaaf-maafan antara sesama umat manusia tanpa memandang suku, bangsa, ras dan agama.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Desa

Peta Desa

Aparatur Desa

Jogobyo Danarta Carik Ulu-Ulu Lurah Kamituwa

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookYouTubeInstagram

Lokasi Kantor Desa

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung