Desa Karangsari Pengasih Kulon Progo memang pantas menjadi desa percontohan. Bukan hanya menjadi perbincangan di kelas kabupaten, namun sudah melebarkan sayap hingga luar provinsi. Hal ini bisa dilihat dengan adanya kegiatan belajar yang dilakukan dari Desa Ronowijayan, Jawa Timur. Pemerintah Desa Ronowijayan mengkhususkan hadir di Karangsari untuk menilik kegiatan dan program yang sudah berjalan.
Banyak kegiatan dan program yang memang cukup membuat desa lain penasaran untuk berkunjung. Maksud dari kunjungan tentu ingin melihat secara langsung program yang sudah dilakukan Pemerintah Karangsari. Sebagai desa percontohan, Karangsari sudah banyak sekali mengeluarkan program yang cukup meningkatkan ekonomi dan budaya masyarakat. Dan hal yang paling penting di soroti adalah program BUMDesa.
Beberapa waktu yang lalu Desa Karangsari Pengasih mendapatkan tamu dari Desa Ronowijayan, Jawatimur. Tujuan kedatangan ini untuk melihat secara langsung program yang berjalan di Karangsari. Mulai dari tata kelola BUMdesa hingga pemberdayaan masyarakat. Pemilihan Karangsari Pengasih sebagai lokasi study banding karena desa ini sudah menjadi desa percontohan.
(20/7) Study Banding dari Desa Ronowijayan dimulai dari kegiatan belajar pada tata kelola BUMDes Karangsari. Antusias dari peserta study banding cukup tinggi, dikarenakan ada beberapa inovasi baru dari Karangsari. Mulai dari sistem pengelolaan dana desa hingga cara mengelola BUMDes untuk masyarakat.
Program study banding dimulai dengan sesi workshop, bertempat di Pendopo Balai Desa Karangsari. Pada sesi ini, pemerintah Karangsari menjadi pembicara dan menjabarkan program kerja yang sudah dilakukan. Serta, menjadi lebih menarik dengan adanya pemaparan cara kerja dari tata kelola BUMDes tersebut. Dengan harapan, pemerintah desa Ronowijayan mampu mengambil ilmu dari yang sudah dilakukan Desa Karangsari.
Sesi selanjutnya dilakukan dengan melihat langsung program pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Desa Karangsari menunjukan bagaimana cara untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Program yang dijadikan materi adalah proses pengelolaan limbah ternak sebagai pupuk organik. Jadi Desa Karangsari berharap, warga mampu melakukan pengolahan limbah ternak dan dijadikan hal yang lebih berguna.
Antusias dari peserta study banding pun semakin meningkat saat pihak pemerintah Karangsari menjelaskan tentang program tersebut. Program pemberdayaan ini memang sudah berlangsung dalam beberapa waktu lalu. Selain itu warga juga sudah merasakan hasil dari program ini. Hal ini yang membuat Desa Ronowijayan menjadi semakin antusias mengikuti setiap sesi study banding.
Melalui program nyata yang sudah berlangsung, Pemerintah Desa Karangsari juga turut mengenalkan cara untuk mengelola sistem yang ada. Sebagai desa percontohan, BUMDes yang sudah berjalan selama ini sudah banyak menghasilkan beberapa program. Secara mandiri, pemerintah desa berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Termasuk memperkenalkan desa ke wilayah yang lebih luas.